The world of my words 1
Short Story
Just click it

Talk Here»
DON'T SPAMMING HERE!!!

Archives»

Setelah sekian lama gadis kecil itu bermain, tertawa hingga terbang bebas lepas bersama sayap ini, kini sayap yang sudah memudar warna itu harus pergi begitu saja terbang setinggi dan sejauh mungkin lalu menghilang bersama keheningan malam yang kututup dengan alunan nada dari dawai yang begitu indah.
Aku coba untuk menapak tilas dan mengingat semua yang telah terjadi hingga aku ingat semua apa yang selama ini aku takutkan. Bagaikan bunga matahari yang siap layu kapan saja, bak senja yang mulai menghilang di telan kepekatan malam itu. Masih kuingat jelas jejak dari sayap itu. Di dunia ini banyak yang berani mengutarakannya namun tak sedikit pula yang memendam hingga akhir hayatnya. Dan gadis kecil itu memilih untuk memendamnya hingga sayap yang akan aku antar ke pundakmu kembali ntuk gadis kecil itu, merengkuh dan memilikinya selamanya.
Aku tak ingin begini, merebutnya dan mengembalikannya padamu. Tapi aku tak mungkin mengingkari apa yang telah aku janjikan padamu sebelumnya. "akan kujaga baik-baik sayap ini, kutitipkan pada seorang gadis kecil yang selalu menangis menunggu kepulanganmu. Tapi aku berjanji akan mengembalikannya ketika gadis itu sudah dalam keadaan sangat cukup kuat, dan tak akan menangis kehilanganmu lagi" itu yang kuucapkan padamu saat itu.
Tapi, apakah saat ini kau melihat gadis itu? bayang yang kau tinggalkan sebenarnya tertutup debu, dan terhapus begitu saja. Tapi ada satu jejak yang kau biarkan dengan sengaja tertinggal pada gadis kecil itu. Aku melihatnya sendiri, gadis kecil yang kau ragukan kini sudah tak bisa merasakan air mata yang jatuh ke pipinya, gadis itu kini diam membisu seperti yang kau inginkan selama ini. Tapi gadis itu seakan- akan menyesal terhadap apa yang kalian lakukan,
Hingga akhirnya akulah yang datang merampas apa yang seharusnya dari dulu tak pernah boleh aku titipkan padanya, Aku tak tahu mengapa ini terjadi. aku berharap kau tahu tentang jawaban ini semua. Kini gadis itu menepi di peraduannya dan hanya berharap selalu berharap.
Yang ia harapkan sangat sederhana.. "apakah sayap itu kembali?"
Dan ia menitipkan ini padaku..
Hai sayapku. kini kau kembali kepada tuanmu.
apakah kau tahu aku menunggumu. aku tak yakin apa kau akan ingat padaku, dan mengingat semua yang kita lalui bersama..
aku sudah tidak menangis lagi, air mata ini telah mengering, kering hingga kutahu percuma aku menangis karena kau tak akan kembali. Sayap.. bolehkah kuakui bahwa kau milikku saat ini? karena aku sangat mencarimu. tapi percayalah aku akan selalu mengingat dan memendam semuanya. hingga akhir hayatku. Dan kini biarkan aku menunggu semampuku, karena kuyakin kau tak akan melihat aku disini.







 Post a Comment|0Memoriable

Label: ,

Rabu, 12 Oktober 2011 [shortstory]
Newer Post Chocolettha . TFN . GWFOlder Post